Alasan Lain Di Balik Kebiasaan Makan Sayur Dan Buah Lokal

Perkembangan zaman yang terus melaju ke arah kemajuan tampaknya kurang berpihak ke buah lokal. Bagaimana tidak, di era yang super maju begini masih ada orang yang banyak mendewakan buah impor. Bagi mereka memakan buah impor lebih bergengsi dan berkelas. Padahal belum tentu juga kandungan gizi buah tersebut lebih tinggi dari buah lokal.

Sebelum ikutan gengsi makan buah-buahan atau sayuran impor, ada baiknya menyimak alasan kenapa kamu perlu makan buah-buahan dan sayuran lokal berikut ini.

Lebih sehat
Beberapa perkebunan lokal menerapkan sistem pertanian organik yang jauh dari penggunaan pestisida. Ini tentu menjadikan produk buah dan sayuran lebih lokal lebih sehat dan layak konsumsi. Abby Phon, praktisi kesehatan Amerika mengatakan konsumsi buah dan sayuran lokal yang bebas bahan kimia bisa membuat penyerapan nutrisi seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin D  dan vitamin buah dan sayuran lain dalam tubuh menjadi lebih maksimal.

Lebih hemat
Kelebihan buah dan sayuran lokal lainnya terletak pada harga yang lebih murah. Lokasi pemasaran yang dekat membuat para petani tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menyewa mobil barang atau membayar biaya pengiriman menggunakan pesawat. Produk yang diperjual-belikan juga tak perlu kena cukai hingga membuatnya berharga lebih mahal. Well, kamu pun bisa memborong sayuran dan buah-buahan lezat ini tanpa khawatir menguras budget.

Mempromosikan pertanian lokal
Bukan hanya bermanfaat buat kamu karena bisa membeli sayur dan buah-buahan segar dengan harga murah, secara tak langsung kamu juga turut mempromosikan pertanian lokal. Roda perekonomian di daerah kamu menjadi berjalan. Dengan begitu peluang untuk tidak tergantung pada pasokan buah impor semakin terbuka lebar.

Lebih Aman

Belakangan pertanian lokal sudah banyak yang menerapkan model budidaya organik. Meminimalkan penggunaan pestisida kimia dan lebih memilih untuk ramah lingkungan. Hal ini berimbas pada produksi buah dan sayuran yang lebih aman untuk dikonsumsi. Kamu pun tak perlu khawatir lagi khawatir terkena kontaminasi dari buah maupun sayuran lokal yang akan kamu makan.

Lebih segar
Karena jarak tempuh antara rumah dan lahan pertanian atau mungkin pasar lokal tidak terlalu jauh, kamu bisa membeli buah-buahan dan sayuran segar setiap saat. Kamu juga tidak perlu galau memilih mana buah dan sayuran yang segar dan tidak. Sebab, kesegaran buah dan sayuran lokal lebih terjamin lantaran tak melalui proses pendinginan maupun pengiriman selama berbulan-bulan.

Masih merasa gengsi untuk makan buah dan sayuran lokal?

Anak Tak Suka Makan Sayur, Apa Dampak Bagi Tumbuh Kembangnya?

Meskipun sayuran adalah makanan yang mengandung banyak manfaat, ternyata tidak semua anak suka lho. Nah, adakah dampak kesehatan bagi anak yang tak suka sayur?

Menurut ahli gizi dari RS Pondok Indah, dr.Raissa Edwina, M Gizi, Sp.GK, anak yang tak suka makan sayur berisiko mengalami obesitas. Obesitas nantinya bisa memicu penyakit kronis lain.

Kata Raissa, obesitas saat ini bukan hanya penyakit yang menyerang orang dewasa. Tetapi juga menyerang anak-anak, terutama jika anak-anak malas bergerak dan kurang konsumsi serat, seperti sayur.

“Sekarang obesitas tidak hanya dialami orang dewasa saja. Anak-anak sekalipun saat ini bisa berisiko terkena obesitas, kemudian otomatis mereka jadi lebih minder dan tidak percaya diri,” jelas Raissa.

Anak Tak Suka Makan Sayur, Apa Dampak bagi Tumbuh Kembangnya?

Namun, berbeda pendapat dengan Raissa, dokter anak di Toronto, Aaron Lindzon mengatakan, dia memang mendorong pasiennya untuk makan sayur karena sayur kaya dengan gizi. Namun menurutnya, kalaupun anak tidak makan sayur, tidak apa-apa.

“Saya juga meyakinkan orang tua bahwa anak-anak yang tidak makan sayuran akan baik-baik saja,” kata Lindzon, dilansir Todays Parent.

Senada dengan Lindzon, ahli gizi yang berbasis di Columbus, Sally Kuzemchak mengatakan, sayuran penting karena mengandung nutrisi yang berbeda, termasuk vitamin, mineral, dan serat, yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa nutrisi ini juga berperan dalam menangkal penyakit kronis, seperti hipertensi, penyakit jantung dan kanker.

Tetapi, Kuzemchak menjelaskan, vitamin dan mineral ini dapat ditemukan dalam beragam makanan di luar sayuran, termasuk buah, biji-bijian, kacang-kacangan, dan unggas. Ini berarti anak-anak masih bisa mendapatkan bahan bakar penting yang mereka butuhkan, bahkan jika mereka tidak mau makan brokoli dan zucchini.

“Apakah kekurangan sayuran memengaruhi nutrisi anak, benar-benar tergantung juga pada makanan lain yang dia makan,” tegasnya.

Aksi Mulia Tukang Gali Kubur, Bagikan Sembako Dan Sayur Gratis

Aksi mulia ditunjukkan Khairullah di tengah pandemi Covid-19. Pria 38 tahun yang berprofesi sebagai tukang gali kubur itu rutin membagikan sembako dan sayur mayur ke warga saban hari Jumat.

Pria yang akrab disapa Irul itu mengatakan aksi sosialnya itu sudah berjalan sejak sekitar tiga bulan yang lalu. ’’Alhamdulillah pakai uang sendiri,’’ katanya Jumat (2/10). Rata-rata dalam setiap aksi sosialnya itu dia berbelanja sayuran dan sembako sekitar Rp 300 ribu. Selain itu kadang juga ada warga lain yang ikut menaruh sayur, untuk diambil warga kurang mampu.

Aksi sosial Irul itu dilakukan di sekitar rumahnya di kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Warga yang boleh mengambil sayuran dan sembako adalah mereka yang tidak mampu. Khususnya para janda, yatim, piatu, serta penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Bagi warga yang ingin mengambil sembako dan sayuran itu, Irul memberikan syarat yang tidak sulit. ’’Selain warga tidak mampu, juga wajib menerapkan protokol kesehatan,’’ katanya. Diantaranya adalah wajib bermasker, menjaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer. Irul berharap aksi sosialnya ini dapat membantu warga miskin yang terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi.

Di tengah pandemi Covid-19 hampir seluruh lapisan masyarakat merasakan dampaknya. Tidak terkecuali para peternak domba mitra Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Bogor dan daerah lainnya. Para mitra peternak itu adalah kelompok mustahik atau orang kurang mampu yang berhak mendapatkan zakat.

Diantara peternak mitra Baznas yang merasakan dampak pandemi adalah Ustad Irawan. Menurutnya ada tren penurunan permintaan domba di tengah pandemi ini. Tetapi dia bersyukur ada sejumlah program yang dijalankan Baznas, sehingga permintaan kambing kepada peternak tetap terjaga.

’’Seperti program akikah on-line,’’ katanya. Dengan sistem tersebut peternak tidak hanya sebatas menyiapkan hewan akikah saja. Tetapi juga mengolahnya sampai menjadi makanan siap saji. Kemudian membagikan hidangan itu ke warga sekitar balai ternak.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Irfan Syauqi Beik menuturkan, dengan sistem akikah online, proses pengolahan dan pendistribusian hidangan akikah dilakukan oleh peternak. Sasaran penyaluran hidangan olahan akikah ke rumah tangga di sekitar balai ternak. ’’Dengan cara demikian, ketahanan pangan di sekitar balai ternak yang ada di desa-desa bisa diwujudkan,’’ tuturnya.

Ampas Makanan Sampai Sayur Impor Banjiri Ri Di April

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor pada April 2020 sebesar US$ 12,54 miliar. Realisasi ini turun tajam yakni 18,58% dibandingkan April 2019 yang tercatat US$ 15,4 miliar.

Dibandingkan Maret 2020 juga mengalami penurunan yang cukup dalam yakni 6,1% dari US$ 13,35 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, impor konsumsi turun dalam baik dibandingkan Maret 2020 4,03% dan April 2019 16,57%. Beberapa barang yang mengalami penurunan impor adalah buah-buahan.

“Barang konsumsi yang turun adalah buah pir, utamanya impor dari China, kemudian penurunan impor buah kurma dari Tunisia karena impor kurma sudah naik sebelumnya untuk persiapan ramadhan dan bulan ini masuk idul fitri. Kemudian ada penurunan impor berupa milk/ cream in powder dari Selandia Baru,” ujarnya melalui teleconference, Jumat (15/5/2020).

Untuk bahan baku penolong juga turun 9% (mtm) dan 19,13% (yoy). Komoditas yang turun adalah crude petroleum oil dari Nigeria. Kemudian, untuk barang modal kontraksi 17,11% (yoy) dengan komoditas yang turun adalah processing unit untuk non personal computer dan telepon seluler network.

Adapun beberapa golongan barang yang mengalami peningkatan impor terbesar adalah ampas/sisa industri makanan yang naik US$ 143,8 juta, pupuk naik US$ 83,2 juta, sayuran naik US$ 59,5 juta. Kemudian ada juga mesin dan perlengkapan elektrik US$ 56,5 juta dan produk kimia US$ 55,3 juta.

Sementara itu, golongan barang yang turun tajam pada impor April adalah logam mulia turun US$ 225,2 juta, senjata dan amunisinya US$ 186,3 juta, dan besi/baja US$ 119,8 juta. Selanjutnya ada penurunan impor kendaraan dan bagiannya US$ 101,4 juta serta plastik US$ 38,3 juta.

Berikut 10 golongan utama barang yang di impor selama April 2020:

1. Mesin dan perlengkapan elektrik US$ 1,66 miliar
2. Besi dan baja US$ 667,9 juta
3. Plastik dan barang dari plastik US$ 694,7 juta
4. Kendaraan dan bagiannya US$ 398,8 juta
5. Ampas/sisa industri makanan US$ 342,4 juta
6. Berbagai produk kimia US$ 291,1 juta
7. Pupuk US$ 159,2 juta
8. Sayuran US$ 112 juta
9. Logam mulia, perhiasan/permata US$ 20,8 juta
10. Senjata dan amunisi serta bagiannya US$ 800 ribu.

Apakah Tanaman Hidroponik Lebih Sehat Dari Sayur Biasa?

Belakangan ini banyak metode penanaman sayuran bermunculan. Salah satunya adalah metode penanaman hidroponik. Beberapa orang mengklaim menanam sayuran dengan cara hidroponik dapat meningkatkan nutrisinya, sehingga tanaman hidroponik lebih sehat daripada sayuran yang ditanam dengan cara biasa. Namun, apakah benar sayuran hidroponik lebih sehat?

Apa itu sayuran hidroponik?

Sayuran hidroponik adalah sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung mineral yang diperlukan oleh sayuran untuk tumbuh. Berbeda dengan sayuran lainnya yang membutuhkan tanah untuk tumbuh, tanaman hidroponik hanya membutuhkan air bermineral untuk tumbuh. Air yang digunakan untuk menanam sayuran ini pun bisa didaur ulang.

Selain air dan mineral, tanaman hidroponik juga membutuhkan lampu, sistem filtrasi untuk air dan udara, serta alat kontrol iklim. Semua hal ini diperlukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman hidroponik. Biasanya, sayuran hidroponik ditanam dalam rumah kaca maupun di luar ruangan.

Apa kelebihan sayuran hidroponik?

Karena tanaman hidroponik sangat dijaga cara dan tempat penanamannya, serta tidak membutuhkan tanah, maka sayuran hidroponik tidak perlu penggunaan pestisida untuk melindunginya dari serangan hama serangga. Jadi, kebanyakan produk tanaman hidroponik adalah juga organik.

Selain itu, keuntungan menanam secara hidroponik lainnya adalah:

  • Hanya memerlukan lebih sedikit air dibandingkan cara konvensional, sehingga biaya untuk air lebih sedikit juga
  • Nutrisi, kelembapan (pH), dan lingkungan sebagai tempat tumbuhnya bisa dikontrol
  • Sayuran tumbuh lebih cepat karena oksigen (dari air) lebih banyak tersedia di daerah akar
  • Hasil panen lebih banyak
  • Bisa ditanam di mana saja, tidak memerlukan lahan yang luas untuk menanamnya
  • Tidak memerlukan budidaya atau penyiangan
  • Rotasi tanaman juga tidak diperlukan
  • Beberapa tanaman, seperti selada dan stroberi, dapat dikondisikan dengan baik hingga mencapai ketinggian yang lebih baik untuk penanaman, budidaya, dan panen.

Apa kekurangan sayuran hidroponik?

Di balik semua kelebihannya itu, tentu tanaman hidroponik juga memiliki beberapa kekurangan.

  • Walaupun tanaman hidroponik memiliki risiko lebih kecil untuk terkena hama, tetapi tidak menutup kemungkinan tanaman hidroponik bisa mengalami sedikit masalah hama.
  • Beberapa penyakit, seperti Fusarium dan Verticillium, dapat menyebar dengan cepat melalui sistem.
  • Keterampilan dan pengetahuan diperlukan untuk menanam tanaman hidroponik dengan baik. Tanaman hidroponik membutuhkan suhu, kelembapan, dan jumlah cahaya yang harus dikontrol setiap waktu.
  • Membutuhkan biaya operasional yang tinggi dibandingkan tanaman konvensional. Tanaman hidroponik memerlukan kontrol cahaya yang membutuhkan banyak energi dan masih banyak biaya lain yang dipakai untuk mengontrol pertumbuhan tanaman hidroponik.

Apakah sayuran hidroponik lebih sehat?

Belum bisa dibuktikan bahwa sayuran hidroponik memiliki nutrisi yang lebih tinggi daripada sayuran yang ditanam dengan metode lain, walaupun mungkin penelitian dalam skala kecil telah menunjukkan ha tersebut. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Organic Center tahun 2008 yang membuktikan bahwa nutrisi dalam tanaman organik melebihi nutrisi yang ada dalam tanaman konvensional. Begitu pula dalam penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Practical Hydroponics & Greenhouses tahun 2000 yang menunjukkan bahwa tanaman hidroponik lebih unggul dalam segi nutrisi dan rasanya dibandingkan tanaman konvensional, tergantung nutrisi yang diberikan saat penanaman tanaman hidroponik tersebut.

Kebanyakan penelitian menunjukkan bahwa sayuran hidroponik memiliki nutrisi yang sama dengan sayuran yang tumbuh dengan metode konvensional. Selama sayuran hidroponik memiliki nutrisi (khususnya mineral dalam air) yang memadai untuk pertumbuhannya, juga mendapatkan cahaya dan udara yang cukup, maka sayuran hidroponik dapat tumbuh dengan baik dan memiliki nutrisi yang baik.

Namun, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa sayuran yang ditanam secara hidroponik juga dapat memiliki nutrisi yang lebih sedikit dibandingkan dengan sayuran konvensional, walaupun mungkin jumlah penelitian ini baru sedikit. Seperti pada penelitian dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2003 yang menunjukkan bahwa kandungan karotenoid dalam sayuran hidroponik lebih rendah dibandingkan dengan sayuran yang ditanam secara konvensional.

Perlu diingat bahwa nutrisi dan fitokimia dalam sayuran yang ditanam secara hidroponik memiliki kandungan yang bervariasi tergantung dari berbagai faktor, seperti varietas tanaman, musim, kapan sayuran tersebut dipanen, dan bagaimana sayuran tersebut ditangani dan disimpan setelah dipanen. Penanganan dan penyimpanan sayuran setelah dipanen turut mempengaruhi nutrisinya. Penyimpanan yang buruk dapat menurunkan nutrisi yang terkandung dalam sayuran.