Tips Membuat Susu Formula untuk Bayi yang Benar

Susu formula bisa dijadikan sebagai alternatif penunjang nutrisi untuk buah hati Anda di rumah. Karena memang kandungan nutrisinya tidak kalah jika dibandingkan dengan asi. Apalagi bagi para bunda yang tidak bisa selalu berada di samping buah hati karena tuntutan pekerjaan. Tentunya susu formula ini bisa dijadikan sebagai pilihan terbaik. Apalagi banyak diantara produk susu formula berkualitas yang dijual di pasaran. Tak hanya susu formula yang biasa saja, melainkan juga tersedia produk sufor yang organik.

Perbedaannya jelas terlihat dari darimana susu tersebut diperoleh, susu organik didapatkan dari peternakan sapi perah yang organik. Sehingga memungkinkan produk susu yang dihasilkan lebih sehat dan juga lebih bergizi. Karena sapi tersebut diberi makan dengan rumput bebas pestisida kimiawi, begitu juga dengan proses pertumbuhan atau budidaya sapi tersebut tidak diberikan dengan suntikan hormon tambahan, sehingga sudah pasti lebih sehat. Dalam membuat produk susu formula untuk buah hati juga tidak boleh sembarangan, berikut ini diantara tipsnya, yaitu:

  1. Pastikan bahwa sarana yang digunakan dalam membuat susu tersebut steril, mulai dari dot sampai dengan wadah-wadahnya. Sehingga tidak ada kontaminasi dari kuman berbahaya.
  2. Jangan ditambah dengan gula, susu tanpa gula jauh lebih sehat, karena tidak beresiko menyebabkan terjadinya obesitas pada si kecil. Kandungan gula dalam susu nyatanya juga bisa merusak gigi. Untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi kepada anak kesayangan kita, maka mulai dari sekarang sebaiknya di laksanakan saran tersebut.
  3. Pastikan air yang digunakan untuk membuat susu adalah air matang, direbus hingga benar-benar mendidih untuk memastikan tidak ada kuman didalamnya.
  4. Campurkan susu tersebut sesuai dengan takaran yang dianjurkan kedalam air, kemudian aduk hingga benar-benar larut sebelum nantinya dibiarkan dalam suhu yang aman dan diberikan kepada buah hati.

Patut untuk diketahui bahwa beberapa faktor seperti diantaranya adalah kondisi air yang kurang matang, gelas atau botol yang tidak steril bisa memicu masalah pada pencernaan buah hati Anda. Dapatkan susu organik terbaik brand lokal satu-satunya hanya dari Arla. Cek beragam informasi menarik disini https://arlaindofood.co.id/gaya-hidup-organik/produk-susu-tanpa-gula-dengan-kualitas-terbaik-untuk-si-kecil/

5 Tips Memilih Popok Kain Bayi Agar Tidak Salah Pilih!

Popok kain bayi menjadi alternatif yang dipilih para ibu karena tentunya lebih ekonomis. Popok kain juga dipilih untuk alasan menjaga lingkungan karena sampah popok sekali pakai yang bisa menumpuk terus menerus dan menjadi sampah yang susah diuraikan. Ada begitu banyak merek popok bayi di pasaran. Untuk menemukan yang paling cocok Anda bisa melakukan perbandingan harga popok melalui Telunjuk.com. Di halaman ini, akan dilakukan perbandingan beberapa harga popok dari berbagai situs jual beli online.

Nah saat memilih popok, Anda juga harus mempertimbangkan beberapa hal. simak penjelasan lebih lanjutnya untuk pembelian pokok di bawah ini.

1. Pilih Popok Tali Yang Harganya Lebih Terjangkau

Dari segi ekonomi, tentunya banyak orang tua yang memilih popok dengan harga yang lebih terjangkau. Jenis popok tersebut adalah popok tradisional atau disebut juga dengan popok tali. Cara memakai popok ini yaitu dengan mengikatkan tali mengelilingi pinggang bayi. Popok tali ini dibuat dari bahan katun yang lembut jadi sangat aman untuk kulit bayi yang sensitif sekalipun. Karena harganya juga terjangkau, pupuk ini cenderung lebih tipis jadi harus segera diganti jika terkena kotoran bayi lebih dari satu kali. Di halaman ini, Telunjuk.com anda bisa melakukan perbandingan popok bayi lebih akurat.

2. Tentukan Bahan Popok Kain Yang Dipilih

Sangat tepat untuk memilih popok bayi yang didasarkan pada bahannya. Cara memilih popok bayi berdasarkan bahannya sangat mudah hanya melalui label. Untuk menggunakan popok yang memiliki ketahanan pada air sebaiknya pilih bahan polyurethane laminasi dan juga polyurethane termoplastik. Untuk popok dengan lapisan yang menyerap Anda bisa memilih bahan yang terbuat dari kapas, rami dan juga bambu.

Sementara bahan paling baik tentu terbuat dari kain katun karena sangat mampu dalam menyerap kotoran bayi dan juga tidak membuat kulit bayi jadi iritasi. Di halaman ini, Telunjuk.com Anda bisa melakukan perbandingan terhadap harga pakaian dari berbagai marketplace di Indonesia.

3. Pertimbangkan Jenis Popok

Ketika memilih popok bayi maka sebaiknya pertimbangkan juga jenis popok yang akan digunakan. Ada yang namanya jenis popok kain all in one, popok ini punya daya serap pada lapisan luar sehingga mudah dilepaskan. Desainnya cukup mirip dengan popok sekali pakai. Pada popok jenis ini tidak ada pengencang atau tali di bagian mana pun.

Lalu ada pula popok kain all in two, dimana popok ini memiliki perbedaan pada jenis kelompok yang sebelumnya yaitu di bagian pad. Dengan menggunakan popok jenis all in two, semakin memudahkan ibu untuk mengganti popok kain saat dirasa mulai lembab. Popok jenis ini juga lebih fleksibel ketika dicuci. Karena bagian pet dan lapisan luar mudah dikeringkan secara terpisah. Jenis ini juga awet karena lapisan luarnya jarang diganti tidak seperti pada pad.

Lalu  ada juga popok dengan jenis prefold. Prefold sebenarnya hanya selembar kain persegi yang harus di lipat dan membentuk kelompok sesuai dengan bodi bayi. Prefold ini harus dibentuk dulu menjadi 3 bagian dan membutuhkan pengaman agar posisi prefold bisa bertahan lama. Nah yang terakhir ada yang namanya nya fitted diaper. Popok ini dipilih berdasarkan usia bayi yang dibuat dengan pola. Anda bisa memilih ukuran popok sesuai dengan ukuran tubuh si kecil. Untuk ukurannya dari yang terkecil yaitu bayi baru lahir, ukuran S, M, dan jug XL.

Demikian beberapa tips dalam memilih popok kain agar tidak terjadi salah pilih untuk perlengkapan bayi anda. Lakukan perbandingan pula hanya di halaman ini yaitu situs Telunjuk.com.