Apa Manfaat Buah Nanas Bagi Wanita?

Nanas (Ananas comosus) adalah buah tropis yang memiliki rasa yang sangat lezat. Nanas mengandung vitamin esensial, mineral, antioksidan, dan senyawa bermanfaat lainnya yang dapat melindungi tubuh terhadap berbagai jenis masalah peradangan dan penyakit. Senyawa yang ada pada buah nanas seringkali dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan, lalu apakah buah nanas memiliki manfaat bagi wanita? Artikel ini akan mengulas manfaat buah nanas bagi kesehatan wanita.

Dapat Melindungi Dari Osteoporosis

Osteoporosis merupakan penyakit yang ditandai dengan kondisi tulang rapuh yang lemah karena berkurangnya kepadatan massa tulang. Kondisi ini adalah sebuah kondisi yang tidak dapat dipulihkan sehingga meningkatkan resiko patah tulang yang bisa sangat melemahkan kondisi tubuh dan membutuhkan tindakan operasi untuk menyembuhkannya. Meskipun setiap orang beresiko mengalami osteoporosis, namun kondisi ini empat kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Nah, salah satu nutrisi yang penting untuk kesehatan tulang adalah vitamin C, vitamin C telah terbukti dapat merangsang produksi sel-sel tulang dari kerusakan.

Asupan vitamin C yang memadai akan menyebabkan kepadatan massa tulang lebih tinggi dan dapat mengurangi resiko osteoporosis dan patah tulang. Hasil salah satu dari 13 studi menemukan bahwa orang yang memakan makanan yang kaya akan vitamin C memiliki resiko lebih rendah terkena osteoporosis dan 34% lebih rendah mengalami kejadian patah tulang pinggul. Hanya dengan 1 cangkir atau setara dengan 165 gram nanas potong akan memberikan 88% dari nilai harian untuk kebutuhan vitamin C dalam tubuh. Nanas juga menyediakan 5% dari nilai harian untuk magnesium dalam tubuh yang penting untuk mempertahankan tulang agar tetap kuat. Dengan demikian, memasukkan nanas ke dalam daftar makanan anda akan sangat bermanfaat bagi kesehatan tulang dan membantu mencegah osteoporosis.

Dapat Memberikan Nutrisi Penting Selama Kehamilan

Terlepas dari mitos bahwa makan nanas dalam berbahaya selama kehamilan, hingga saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan mitos tersebut. Nanas bahkan bisa menjadi tambahan yang sangat bergizi saat masa kehamilan. Meskipun hanya bisa dikonsumsi dalam jumlah kecil, namun nanas mengandung mineral yang sangat penting untuk pembentukan sel darah merah. Selama kehamilan, kebutuhan mineral yang membentuk sel darah merah ini kan meningkat menjadi 1 mg per hari demi mendukung peningkatan aliran darah selama kehamilan. Kebutuhan mineral dalam membentuk sel darah merah juga dibutuhkan untuk perkembangan jantung, pembuluh darah, dan sistem kerangka dan saraf bayi.

Satu cangkir atau setara dengan 165 gram nanas akan menyediakan sekitar 8% dari nilai harian untuk mineral pembentuk sel darah merah dalam tubuh selama kehamilan. Nanas juga merupakan sumber vitamin B yang baik, meliputi :

  • B1 (tiamin)
  • B6 (piridoksin)
  • B9 (folat)

Beberapa jenis vitamin B yang ada di dalam nanas tersebut memiliki peran masing-masing. Vitamin B pada umumnya berfungsi sebagai kunci untuk pertumbuhan dan perkembangan yang baik untuk bayi anda. Selain itu, nanas mengandung vitamin C dan sejumlah zat besi, seng, dan kalsium yang kesemuanya sangat penting untuk kehamilan yang sehat.

Memiliki Khasiat Sebagai Anti Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang umum terjadi pada wanita, terhitung sudah sekitar 25% kasus terjadi pada wanita. Nanas mengandung sejumlah bromelain yang merupakan suatu enzim yang diduga berfungsi sebagai zat anti kanker terutama dalam kasus kanker payudara. Sementara itu, uji tabung dan studi pada hewan menunjukkan efek bromelain menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengobati kanker payudara. Namun penelitian ini menggunakan jumlah bromelain pekat. Sehingga jumlah yang ditemukan dalam nanas masih cenderung terlalu kecil untuk memiliki manfaat yang signifikan.

Penelitian awal juga menyarankan untuk menguji perkembangan kanker payudara dan cuka nanas yang tinggi antioksidan dan dibuat dengan memfermentasi jus nanas. Sebuah studi yang dilakukan dalam 28 hari pada seekor tikus ditemukan hasil bahwa perawatan harian dengan cuka nanas yang dilakukan secara signifikan akan mengurangi perkembangan tumor kanker payudara. Namun efek ini masih belum dikonfirmasi pada manusia.

Efek Samping

Nanas memang sudah dianggap aman untuk wanita. Namun karena memiliki tingkat keasaman yang tinggi, memakan nanas dalam porsi yang berlebihan akan dapat menyebabkan peningkatan gejala mulas atau refluks pada seseorang dengan penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Selain itu, jika anda mengalami gejala alergi setelah memakan nanas, maka segera hubungi dokter. tanda-tanda dari alergi yang bisa muncul berupa :

  • Gatal atau bengkak di mulut
  • Sulit bernafas
  • Gatal-gatal atau ruam di kulit
  • Hidung tersumbat atau berair

Jika anda memiliki alergi terhadap lateks, kemungkinan besar anda juga memiliki reaksi alergi pada nanas karena nanas memiliki protein yang serupa dengan lateks. Bromelain yang ditemukan dalam nanas juga telah terbukti dapat meningkatkan efek obat-obatan tertentu seperti:

  • Antibiotik
  • Pengencer darah
  • Anti depresan

Jika anda ingin membeli atau mengonsumsi beberapa jenis obat yang telah disebutkan diatas, sampaikan kepada dokter atau apoteker. Konsultasikan seberapa banyak nanas yang aman untuk Anda konsumsi.

Asal, Taksonomi, Jenis, Morfologi, Manfaat & Kandungan

Buah pir mempunyai daging buah yang tampak seperti buah apel, namun dengan tekstur yang agak berbeda dan lebih berair. Beberapa spesies pohon pir menghasilkan buah yang rasanya manis, bahkan terkadang lebih manis dari buah apel. Dalam bahasa Inggris, buah ini disebut dengan istilah pear.

Ada sekitar 3.000 varietas pir yang dibudidayakan di seluruh dunia. Buah pir paling enak dikonsumsi saat masih segar. Namun, pir juga dapat diolah menjadi buah kaleng, jus, serta dikeringkan. Data pada tahun 2017, produksi pir dunia mencapai 24 juta ton, dimana produsen utamanya adalah China.

Asal Buah Pir

Tanaman pir sejak lama telah dibudidayakan di daerah bersuhu dingin, bahkan ditemukan bukti bahwa buah pir sudah dimanfaatkan sebagai makanan sejak masa pra sejarah. Banyak bukti didapatkan dari penemuan masa pra sejarah di danau Zurich.

Selain di Eropa, tanaman pir juga dibudidayakan di China sejak tahun 2.000 SM, serta bangsa Romawi juga membudidayakan buah ini di masa lampau.

Pir dapat dikonsumsi secara langsung dalam bentuk buah segar atau pun dapat dimasak terlebih dahulu, seperti cara orang Romawi kuno mengonsumsi buah apel. Sebuah buku resep dari zaman Romawi juga menjelaskan mengenai resep buah pir yang diolah menjadi sup pedas dan souffle.

pohon buah pir

Jenis tanaman pir yang memiliki bagian berwarna putih di bagian bawah daunnya merupakan jenis Pyrus nivalis. Buahnya banyak digunakan di Prancis untuk bahan makanan.

Jenis pohon pir yang dikenal cepat berbuah dan bentuk buahnya seperti apel yaitu jenis Pyrus cordata. Buah ini banyak ditemukan di Prancis dan Inggris sebelah barat daya.

Diperkirakan tanaman pir berasal dari China bagian barat, tepatnya berasal dari kaki gunung Tian Shan. Kemudian buah pir tersebar ke utara dan selatan di sepanjang pegunungan tersebut.

Selanjutnya, pir pun berkembang menjadi 20 hingga 30 spesies yang saat ini dikenal sebagai spesies utama. Di Eropa, buah pir terbagi menjadi banyak varietas yang berasal dari spesies Pyrus communis dan Pyrus caucasica. Jenis pir banyak dibudidayakan untuk mencukupi pasar Eropa.

Taksonomi Pir

Flora yang berasal dari genus Pyrus ini mempunyai klasifikasi ilmiah sebagai berikut:

Kerajaan Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Rosales
Famili Rosaceae
Subfamili Maloideae
Genus Pyrus

Jenis Pir

Berikut ini adalah beberapa spesies tanaman pir yang dibudaiayakan dan tersebar di seluruh dunia, yaitu:

 

tumbuhan pir

Pyrus amygdaliformis – Almond-leafed Pear
Pyrus austriaca – Pir Austria
Pyrus balansae
Pyrus betulifolia
Pyrus bourgaeana – Pir Iberia
Pyrus bretschneideri – Pir Ya
Pyrus calleryana – Pir Callery
Pyrus caucasica – Pir Cacasia
Pyrus communis – Pir Eropa
Pyrus cordata – Pir Plymouth
Pyrus cossonii – Pir Algeria
Pyrus elaeagrifolia – Oleaster-leafed Pear
Pyrus fauriei
Pyrus kawakamii – Evergreen Pear
Pyrus korshinskyi
Pyrus lindleyi
Pyrus nivalis – Pir Salju
Pyrus pashia – Pir Afghan
Pyrus persica
Pyrus phaeocarpa
Pyrus pyraster – Pir liar
Pyrus pyrifolia – Pir Nashi
Pyrus regelii
Pyrus salicifolia – Willow-leafed Pear
Pyrus salvifolia – Sage-leafed Pear
Pyrus serrulata
Pyrus syriaca
Pyrus ussuriensis – Pir Siberia
Pyrus sinkiangensis – Pir Xinjiang atau Pir Xiang Li

Ciri & Morfologi

Meski terdiri dari banyak spesies, namun secara umum pohon pir memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Ukuran

Tanaman pir termasuk pohon berukuran sedang. Pertumbuhannya dapat mencapai 10 meter hingga 17 meter. Namun beberapa spesies hanya tumbuh sebagai pohon yang pendek dengan pertumbuhan daun yang rimbun.

2. Daun

Daun tanaman pir berbentuk lonjong dan berukuran lebar, akan tetapi pada beberapa jenis mempunyai daun membujur panjang dan langsing. Daunnya tumbuh secara berselang-seling. Panjangnya antara 2 cm hingga 12 cm. Warna daunnya hijau, namun sebagian spesies pir memiliki warna daun agak keperakan dan sedikit berbulu.

Pohon pir akan merontokkan daunnya di musim dingin, kecuali 2 spesies yang tumbuh di Asia Tenggara. Kedua spesies ini merupakan jenis tanaman evergreen, yaitu daunnya selalu hijau sepanjang tahun.

3. Habitat

Pohon pir dikenal kuat terhadap cuaca dingin hingga suhu -25⁰C sekalipun, bahkan beberapa jenis spesies pir tahan hingga suhu -40⁰C. Namun ada pula spesies berdaun hijau yang hanya tahan terhadap suhu -15⁰C.

4. Bunga

Pohon pir akan berbunga dan mekar pada bulan April. Warna bunganya putih dengan aksen warna merah muda atau kuning. Diameter bunga pir sekitar 2 cm sampai 4 cm.

5. Buah Pir

Buah pir liar biasanya berukuran kecil dibanding pir hasil budidaya. Pir liar hanya berukuran sekitar 4 cm. Sementara itu, pohon pir yang dibudidayakan menghasilkan buah berukuran besar, sekitar 18 x 8 cm.

Bentuk buah pir bervariasi, ada yang bulat dan ada juga yang bagian bawahnya lebih besar dengan bagian pangkal buah lebih kecil. Biasanya jenis ini adalah pir yang berasal dari Eropa. Pada umumnya, pir siap dipanen pada awal musim gugur.

Manfaat Buah Pir

Beberapa kultivar buah pir sangat laku di pasaran sehingga menjadi komoditas perkebunan yang diandalkan. Ketiga jenis pir yang paling laris dan populer adalah:

buah pir
  • Pir Nashi yang memiliki nama latin Pyrus pyrifolia. Jenis pir ini umumnya ditanam di kawasan Asia Timur. Di pasaran, buah ini dikenal dengan sebutan Pir Asia, Pir Apel, Pir Korea, Pir Jepang, Pir Taiwan, atau Sand Pear.
  • Pir Eropa bernama latin Pyrus communis merupakan buah pir yang ditanam di benua Eropa dan Amerika Utara.
  • Pir Ya dengan nama latin Pyrus bretschneiden. Buah pir ini juga dikenal dengan nama Pir Shandong atau Pir Hebei.

Selain untuk konsumsi dan pemenuhan gizi, tanaman pir dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, antara lain:

1. Tanaman Hias

Meski sebagian besar pohon pir dibudidayakan untuk diambil buahnya, namun tanaman ini juga dapat digunakan sebagai tanaman hias. Tidak semua spesies bisa dimanfaatkan sebagai tanaman hias, namun jenis yang umum digunakan adalah tanaman Pir Siberia atau Pyrus ussuriensis.

Buah Pir Siberia memiliki rasa yang tidak enak. Oleh karena itu, kultivar ini disilangkan dengan Pir Eropa sehingga menjadi tanaman hias yang tahan terhadap serangan hama.

2. Makanan

Kebanyakan buah pir dapat langsung dimakan sebagai buah segar. Namun ada beberapa orang yang lebih suka mengonsumsinya setelah diolah menjadi jenis makanan maupun minuman.

Contoh olahan pir adalah buah kalengan, sari buah dan buah pir kering. Jus pir juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan selai dan jeli. Ada pula olahan jus pir yang difermentasi dan dinamakan dengan perry.

Tidak hanya pir matang yang bisa dikonsumsi, sebab buah yang belum matang pun konon jika bisa dikonsumsi dan memberi khasiat melancarkan proses pencernaan.

Buah pir yang belum matang mempunyai efek laksatif yang dapat melancarkan buang air besar. Sementara pir yang sudah matang memiliki efek diuretik, yaitu bermanfaat bagi urinasi.

3. Kayu

Tidak hanya sebatas buahnya yang bermanfaat, kayu pohon pir pun bisa diolah menjad produk mebel, ukiran, bahkan alat musik tiup yang berkualitas.

Kandungan & Manfaat Buah Pir Bagi Kesehatan

Selain manfaat di atas, buah pir ternyata juga memiliki beberapa manfaat yang baik bagi tubuh. Buah ini mengandung berbagai nutrisi, diantaranya adalah vitamin C, B, K, tembaga, magnesium, dan kalium.

tanaman pir

Vitamin C dalam 1 buah pir mampu memenuhi 12% kebutuhan harian tubuh akan vitamin C. Vitamin C telah diketahui secara luas mampu melindungi DNA agar tetap sehat, memperbaiki jaringan yang rusak dan menjaga metabolisme.

Berikut adalah beberapa manfaat buah pir bagi kesehatan, yaitu:

1. Menjaga Sistem Pencernaan

Buah pir kaya akan serat yang sangat baik bagi sistem pencernaan. Kandungan air yang melimpah di dalam buahnya juga akan menjaga pencernaan dari racun.

Kotoran di dalam usus akan lebih mudah dikeluarkan dalam bentuk feses. Sehingga mengonsumsi buah pir sangat baik untuk mengeluarkan racun di dalam tubuh.

Kadar serat yang tinggi dan gula alami pada pir mampu menghancurkan racun di sistem pencernaan. Sehingga sistem pencernaan pun bekerja dengan lebih baik.

2. Mengandung Antioksidan

Buah pir mengandung antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari radikal bebas. Antioksidan juga dapat mencegah tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh.

Mengonsumsi buah pir setiap hari terbukti dapat mencegah kanker, menjaga keseimbangan pH tubuh dan menurunkan tingkat peradangan.

3. Menurunkan Berat Badan

Pir mempunyai kandungan serat tinggi yang mampu melancarkan sistem pencernaan, sehingga kita terhindar dari sembelit. Selain itu, pir juga termasuk buah rendah kalori. Mengonsumsi buah pir akan memberikan rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga sangat sesuai jika dikonsumsi saat sedang diet.

4. Nutrisi Otak

Dengan mengonsumsi 1 buah pir berukuran sedang, maka otak akan mendapatkan asupan mineral minor harian sebesar 15%. Kandungan mineral minor yang tercukupi akan berpengaruh baik untuk memperbaiki kekuatan sistem saraf dan kinerja otak.

5. Memperkuat Kekebalan Tubuh

Buah pir kaya akan vitamin C dan K. Kedua vitamin ini sangat baik untuk tubuh agar dapat menyerap zat besi guna memproduksi sel darah merah baru, serta memperkuat daya tahan tubuh.

Apa Saja Manfaat Mengonsumsi Sayuran Hidroponik Dan Organik?

Seiring dengan semakin populernya tren gaya hidup sehat, semakin banyak orang yang memperhatikan pola makannya dan mulai mengonsumsi berbagai sayuran sehat. Tanaman sayur hidroponik dan organik pun semakin populer saat ini. Karena itulah banyak supermarket yang memberi label ‘organik’ pada sayuran atau makanan tertentu.

Tanaman sayur hidroponik dan organik dipercaya lebih aman dan sehat bagi tubuh. Tapi apakah benar demikian? Apa yang membedakan sayuran sehat biasa dengan sayuran sehat dari hasil tanaman hidroponik dan organik? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Tanaman Sayur Hidroponik?

tanaman sayuran hidroponik

Sayur hidroponik merupakan sayuran sehat yang tidak ditanam di tanah. Alih-alih menggunakan tanah, air mineral digunakan sebagai media tanam. Makanya, tanaman sayur hidroponik bisa ditanam di area yang sempit sekalipun.

Sayuran hidroponik juga biasanya lebih aman dari serangan hama sehingga bebas pestisida. Selain lingkungannya, nutrisi sayuran hidroponik juga bisa dikontrol. Elemen seperti kalsium, zinc, magnesium, atau unsur hara lainnya biasa ditambahkan pada tanaman sayur hidroponik sehingga nutrisi lebih maksimal.

Manfaat Tanaman Sayur Hidroponik

tanaman sayuran hidroponik

Walaupun tidak ditanam di tanah, nutrisi sayur hidroponik tidak kalah dengan sayuran biasa. Bahkan, sayuran hidroponik biasa terlihat lebih segar dan besar. Selain itu, tanaman hidroponik juga biasanya bebas pestisida.

Kita memang tidak bisa memukul rata bahwa semua sayuran hidroponik otomatis lebih bergizi daripada sayuran sehat biasa. Pasalnya, hal ini bergantung pada banyak hal mulai dari medium tanam, varietas tanaman, dan konsentrasi nutrisi yang diberikan.

Di sisi lain, petani dapat mengontrol unsur hara yang lebih lengkap pada tanaman hidroponik. Maka itu, tanaman hidroponik juga memiliki kecenderungan untuk memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dari sayuran sehat biasanya. Jadi dapat dikatakan bahwa tanaman hidroponik merupakan pilihan sayuran sehat yang tepat untuk kamu yang ingin menjalani gaya hidup sehat.

Apa yang Dimaksud dengan Sayuran Organik?

tanaman sayuran hidroponik

Sayuran organik merupakan sayur yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia apapun. Jadi, sayuran organik bebas dari pestisida. Teknik alami digunakan untuk mengendalikan hama seperti bakteri pemakan jamur atau serangga.

Tanah yang digunakan sebagai medium tanam untuk sayur organik biasanya diolah seminimal mungkin. Jadi organisme yang ada di dalam tanah dibiarkan tetap hidup. Selain itu, pupuk yang digunakan juga menggunakan pupuk organik seperti pupuk kompos dan kandang.

Manfaat Sayur Organik

tanaman sayuran hidroponik

Sama seperti sayuran hidroponik, sayuran organik juga terbebas dari pestisida. Tanaman organik juga terbebas dari bahan kimia lainnya yang dapat mengganggu kesehatan. Karena ditanam secara alami, sayuran organik umumnya lebih segar.

Beberapa jenis sayuran sehat diklaim lebih baik jika dikonsumsi versi organiknya, seperti seledri, brokoli, selada, dan bayam karena versi non-organiknya dikatakan dapat menyerap pestisida dalam jumlah yang cukup banyak.

Sejumlah riset menyatakan bahwa sayuran organik mengandung antioksidan dan mikronutrien seperti vitamin C, zinc, dan zat besi yang lebih tinggi. Kandungan nitrat pada sayuran organik juga cenderung lebih rendah. Kandungan nitrat yang tinggi disebut dapat meningkatkan risiko penyakit kanker tertentu.

Baik tanaman hidroponik maupun organik merupakan sayuran sehat yang bernutrisi bagi tubuh. Yang paling penting adalah untuk mengonsumsi sayuran sehat tersebut secara reguler sehingga manfaatnya pun terasa. Jangan lupa juga untuk mencuci sayur sebelum dimasak ya.