Apa Penyebab Ketombe?

Ketombe menjadi masalah rambut dan kulit kepala yang umum terjadi pada pria maupun wanita.

Sebenarnya, ketombe adalah kondisi umum yang menyebabkan kulit kepala mengelupas. Kondisi ini umumnya tidak serius maupun menular.

Namun, hal yang paling mengganggu dari ketombe adalah rasa gatal pada kulit kepala.

Selain itu, serpihan yang timbul akibat hal ini juga kerap membuat malu penampilan.

Terlebih lagi, ketombe sering menjadi kondisi yang sulit diatasi dan membandel.

Jika yang terjadi adalah ketombe ringan, kita bisa mengatasinya dengan sampo harian yang lembut.

Tapi jika ketombe membandel, mungkin Anda perlu berkonsultasi dengan dokter atau menggunakan sampo obat.

Ini karena penggunaan sampo anti-ketombe yang dijual di pasaran mungkin hanya menghilangkan gejalanya untuk sementara tapi kemudian akan kembali lagi.

Penyebab Ketombe

Sayangnya, hingga saat ini penyebab pasti ketombe tidak diketahui secara pasti.

Melansir dari Medical News Today, salah satu teori menyebut bahwa ketombe berkaitan erat dengan produksi hormon. Pendapat ini muncul karena biasanya ketombe muncul pada masa pubertas.

Meski begitu, beberapa hal ini juga bisa jadi penyebab ketombe.

1. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik terkait erat dengan infeksi jamue Malassezia. Jamur ini biasanya hidup di kulit kepala dan memakan minyak yang dikeluarkan folikel rambut.

Orang dengan dermatitis seboroik biasanya mengalami iritasi, kulit berminyak, dan cenderung berketombe.

Ciri Anda mengalami kondisi ini adalah kulit menjadi merah, berminyak, dan tertutup sisik putih atau kuning.

Pada beberapa kasus, infeksi jamur ini dapat menjadi terlalu aktif dan menyebabkan kulit kepala yang teriritasi menghasilkan sel kulit ekstra.

Akibatnya, sel kulit ekstra ini mati dan rontok kemudian bercampur dengan minyak dari rambut dan menghasilkan ketombe.

2. Jarang menyisir rambut

Jarang menyisir rambut meningkatkan risiko ketombe. Ini karena proses menyisir rambut membantu pengelupasan kulit kepala secara regular.

3. Kulit kering

Orang dengan jenis kulit kering lebih cenderung mengalami ketombe.

Kulit kering juga merupakan penyebab umum kulit kepala gatal dan mengelupas.

Biasanya, ketombe yang berasal dari kulit kering cenderung memiliki serpihan yang lebih kecil dan tidak berminyak.

4. Sensitivitas terhadap produk perawatan rambut

Pada beberapa orang, produk perawatan rambut justru dapat memicu ketombe. Tak hanya itu, beberapa produk dapat menyebabkan kulit menjadi kemerahan, gatal, dan bersisik.

5. Kurang atau terlalu banyak keramas

Sering keramas dapat menyebabkan ketombe karena dapat mengiritasi kulit kepala.

Namun, terlalu jarang atau tidak pernah keramas juga bisa menyebabkan kondisi ini. Hal itu karena ketika kita jarang keramas akan terjadi penumpukan minyak dan sel kulit mati.

6. Kondisi kulit tertentu

Ketombe juga bisa menjadi tanda dari kondisi kulit tertentu seperti psoriasis, eksim, atau kelainan kulit lain.

7. Kondisi medis

Selain kondisi kulit tertentu, ketombe juga bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius.

Orang dewasa dengan penyakit Parkinson dan beberapa penyakit neurologis lain juga lebih rentan terhadap ketombe.

Selain itu, salah satu penelitian juga menemukan bahwa 30 hingga 83 persen orang dengan HIV mengalami dermatitis seboroik yang menyebabkan ketombe.

Penelitian terhadap orang dengan penyakit jantung juga menunjukkan hal yang serupa. Pasien yang dalam masa pemulihan dari serangan jantung atau stroke mungkin lebih rentan terhadap ketombe.

8. Pola makan

Sudah banyak dibuktikan bahwa konsumsi makanan sehat memberi banyak dampak baik bagi tubuh, tak terkecuali kesehatan rambut dan kulit kepala.

Sedangkan pada orang yang tidak cukup konsumsi makanan mengandung seng, vitamin B, dan beberapa jenis lemak dapat meningkatkan risiko ketombe.

9. Stres

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, stres dapat memicu ketombe.

Faktor risiko

Hampir semua orang dapat mengalami masalah ketombe. Tapi, beberapa faktor tertentu dapat membuat Anda lebih rentan mengalaminya.

Beberapa faktir risiko yang mungkin berperan, di antaranya:

1. Usia

Ketombe biasanya dimulai pada usia pubertas. Hal ini kerap dikaitkan dengan masalah peningkatan hormon yang terjadi pada usia-usia tertentu.

2. Laki-laki

Beberapa penelitian menemukan bahwa laki-laki lebih sering mengalami masalah ketombe dibanding perempuan.

Ini membuat beberapa peneliti berpendapat bahwa hormon pada pria mungkin bisa menjadi salah satu faktor risiko ketombe.

3. Penyakit tertentu

Beberapa penyakit yang menurunkan sistem kekebalan tubuh dapat meningkatkan risiko kondisi yang menyebabkan ketombe seperti dermatitis seboroik.

Apel Malang, Nasibmu Kini

  • Petani apel Malang, sebagian mulai beralih ke tanaman lain. Dulu, hampir sebagian besar lahan pertanian tanam apel. Kini, berganti tanaman lain seperti jeruk pontianak, tebu dan pohon sengon, aneka bunga potong dan sayuran.
  •  Lahan tanaman apel di Kabupaten Malang pun menyusut semula 1.016 hektar, tersisa 370 hektar. Alih lahan apel ke tanaman lain terjadi sejak 2011.
  •  Perubahan iklim berdampak nyata pada tanaman apel. Kini, di Malang, suhu udara bisa sampai 32 derajat celsius. Rekor terdingin di Malang pada Agustus 1994 mencapai 11,3 derajat celsius. Temperatur udara menghangat hingga apel tak berbuah. Apel hanya tumbuh baik dan berbuah pada suhu antara 16-27 derajat celsius.  Dulu, apel tumbuh subur di daerah dengan ketinggian 800 mdpl, kini terus naik hingga di daerah ketinggian 1.200 mdpl.
  •  Suslam Pratamaningstyas, pakar pertanian Universitas Widyagama Malang mengatakan, suhu permukaan bumi makin meningkat. Kondisi ini berdampak terhadap budidaya apel. Dulu, apel Malang produktif di lahan dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pada ketinggian itu produksi apel terus turun. Suhu hangat dan lembab jadi media efektif penyakit dan hama berkembang biak.

Udara sejuk pegunungan terasa saat memasuki Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebuah daerah di Kaki Gunung Semeru dan Gunung Bromo. Hamparan pohon jeruk dan apel tampak di tepi jalan menuju desa dengan penduduk sebagian besar petani ini.

Sebagian pohon apel tampak berbuah. Ada apel jenis room beauty, manalagi, wangling dan anna. Lahan apel di Kecamatan Poncokusumo tersebar di Desa Poncokusumo, Gubukklakah, dan Pandansari.

Di berketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl) sampai 1.000 mdpl ketiga jenis apel ini yang ditanam petani secara turun temurun. Selain di Poncokusumo, apel juga tumbuh di Nongkojajar, Pasuruan berada di Kaki Gunung Bromo dan Kota Batu, lereng Gunung Arjuno. Apel di iklim tropis ditanam sejak masa kolonial Belanda.

Dulu, hampir sebagian besar lahan pertanian tanam apel. Kini, apel mulai menyusut. Berganti tanaman lain seperti jeruk Pontianak, tebu dan pohon sengon, aneka bunga potong dan sayuran. Ponsokusumo, salah satu pemasok apel.

Irwandi, Kepala Desa Poncokusumo, menjelaskan, banyak alasan petani meninggalkan apel, beralih menanam jeruk. Dia bilang, banyak apel tua, akar rusak, terserang hama penyakit dan produktivitas turun. Kalau dulu, satu pohon menghasilkan sekitar 100 kilogram, kini sekitar 30 kilogram. Pohon apel lebih 30 tahun, tak ada peremajaan.

“Biaya produksi terus melonjak, produktivtas rendah, sedangkan harga apel tak menarik,” katanya. Jadi banyak petani memilih membongkar apel, ganti dengan tanaman lain yang lehih menguntungkan.

Irwandi dan keluarga sebelumnya juga menanam apel, kini berganti jeruk pontianak.

Musim panen raya apel pada Januari sampai Maret. Bahkan, buah apel bisa panen sepanjang musim tergantung masa pangkas daun. Saat daun bersemi, dibarengi musim apel berbunga. Produksi apel selama ini dikirim ke pasar di Surabaya, Semarang, Yogyakarta dan Jakarta.

Lahan tanaman apel di Kabupaten Malang pun menyusut semula 1.016 hektar, tersisa 370 hektar. Alih lahan apel ke tanaman lain terjadi sejak 2011.

“Pemerintah tak bisa memaksa petani pertahankan tanaman apel,” katanya.

Lantaran petani terus merugi, dan tanaman hancur. Pemerintah tak memberikan subsidi atau bantuan untuk petani apel. Kini, apel sulit jadi tumpuan hidup petani.

 

Produkvitivitas apel malang menyusut, harga pun tak menggiurkan di tingkat petani. Foto: Eko Widianto/ Mongabay Indonesia

 

Petani, katanya, tak memiliki jiwa kewirausahaan. Selama ini, tak ada petani yang mengolah buah apel. Sebagian besar memilih langsung menjual buah apel melalui tengkulak. Olahan buah apel terbatas jadi keripik dan dodol. Sejumlah petani pernah uji coba mengolah buah apel menjadi minuman wine apel. Sayangnya, terhambat perizinan hingga petani tak melanjutkan produksi.

“Sulit mendapat izin pengolahan minuman beralkohol,” katanya. Padahal, keuntungan besar di depan mata. Setiap liter wine seharga Rp50.000. Padahal, wine apel bisa dijual di tempat yang memiliki izin penjualan minuman beralkohol seperti hotel dan restoran. Petani pun memiliki nilai tambah dari tanam apel.

 

Masa keemasan

Apel yang ditanam di lahan tropis, pertama di Asia Tengah. Lantas menyebar ke kawasan lain termasuk di Poncokusomo, Nongkojajar dan Batu. Apel budidaya jenis Malus domestica keturunan Malus sieversii sebagian genom Malus sylvestris atau apel liar. Apel masuk ke Indonesia sekitar 1930-an dibawa peneliti dan petani dari Belanda dan Australia.

Departemen Pertanian pada 1953 mendatangkan beberapa jenis apel dari luar negeri, antara lain Rome beauty dan princess noble. Pada 1960, apel berkembang pesat jadi primadona petani. Apel memasuki masa keemasan pada 1970-an-1980-an.

Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) pada 1984 mencatat 7,3 juta pohon pada 1988 berkembang jadi 9 juta pohon. Produksi apel naik dari 146.690 ton jadi 275.065 ton. Balitjestro mengoleksi plasma nutfah apel sekitar 73 varietas.

Serangan hama dan penyakit jadi tantangan petani apel, seperti penyakit embun tepung (0idium sp.) karena jamur Pospaera leucotrich. Pada 1985 hampir 90% apel di Batu—dulu masuk Kabupaten Malang– terserang Pospaera leucotrich hingga produktitas turun.

Rata-rata produksi apel di Poncokusumo per tahun selama 15 tahun terakhir 606.000 kwintal dengan produktivitas 66,16 kilogram per pohon. Produksi apel bahkan pernah 2.000 ton, dengan produktivitas terendah pada 2011 sebesar 2,54 kwintal per pohon.

Apel jadi komoditas sekaligus identitas Kabupaten Malang. Sebagian besar apel mati atau terserang penyakit jamur akar putih, kanker batang, kutu sisik dan virus.

“Rata-rata petani memiliki lahan seluas 0,25 hektar,” kata Budi Widodo, Kepala Seksi Pembenihan dan Perlindungan Holtikultura, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang.

 

Panen apel Malang, bilang terus menerus. Caranya? Foto: Eko Widianto/ Mongabay Indonesia
Petani apel malang, sebagian mulai beralih ke tanaman lain. Dulu, hampir sebagian besar lahan pertanian tanam apel. Kini, berganti tanaman lain seperti jeruk pontianak, tebu dan pohon sengon, aneka bunga potong dan sayuran. Foto: Eko Widianto/ Mongabay Indonesia Foto: Eko Widianto/ Mongabay Indonesia

 

Perubahan iklim

Anung Suprayitno, Prakirawan Stasiun Klimatologi Karang Ploso, Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, terjadi tren kenaikan suhu rata-rata 0,5 derajat celsius per tahun. Dalam 10 tahun terus kenaikan suhu udara di Malang.

“Pemanasan global memicu perubahan iklim, peningkatan suhu lingkungan,” katanya.

Perubahan iklim, kata Anung, nyata terjadi, dengan penyebab, antara lain, kenaikan suhu linier bersamaan dengan perilaku manusia hingga ruang terbuka hijau makin menyusut, efek rumah kaca, gas buang kendaraan dan industri. Laju peningkatan polusi udara, katanya, juga turut meningkatkan suhu udara.

Kini, di Malang suhu udara bisa sampai 32 derajat celsius. Rekor terdingin di Malang pada Agustus 1994 mencapai 11,3 derajat celsius.

Suhu udara terus meningkat dampak perubahan iklim. Temperatur udara menghangat hingga apel tak berbuah. Apel hanya tumbuh baik dan berbuah pada suhu antara 16-27 derajat celsius.

Dulu, apel tumbuh subur di daerah dengan ketinggian 800 mdpl, kini terus naik hingga di daerah ketinggian 1.200 mdpl.

Apel poncokusumo pada 2003 tersebar di Dusun Wonorejo dan Simpar sampai 600 hektar. Sejak 2018, kebun apel berubah jadi aneka tanaman lain sayuran, bunga dan jeruk. Kini, apel tersebar di Poncokusumo dan Gubuk Klakah pada ketinggian 2.000 mdpl.

“Pengaruh perubahan iklim nyata, fisik buah tak bagus. Tak normal, buah kecil dan rasa keras,” kata Budi.

Pamor apel malang juga terus kalah dibandingkan impor dari Tiongkok dan Amerika.

Apel merupakan tanaman sub tropis yang ditanam di iklim tropis. Pada musim gugur, buah berguguran, saat semi bunga bermekaran dan menghasilkan apel. Pada iklim tropis, petani merekayasa dengan merontokkan daun dengan rangsangan obat-obatan.

“Di sini, apel dipaksa berbuah. Setahun bisa dua kali,” katanya.

Keperluan nutrisi apel di tanah kurang hingga tanaman kurang subur dan tak menghasilkan buah optimal.

Untuk mempertahankan, kata Budi, perlu penelitian guna mencari jenis yang cocok dan bertahan di suhu tertentu, termasuk tahan kondisi tanah dan bisa beradabtasi dengan suhu.

“Perlu peremajaan apel yang tahan dengan perubahan iklim,” katanya.

 

Sebagian besar petani pakai pestisida kimia untuk merawat tanaman apel mereka. Pola tanam organik mulai dikenalkan. Foto: Eko Widianto/ Mongabay Indonesia

 

Organik dan pengendalian hama terpadu

Dinas Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang sejak 2010 mendengungkan penggunaaan pupuk organik dan pestisida nabati agar tanaman lebih panjang umur dan sehat. Petani dilibatkan dalam Sekolah Lapangan Pengendalian hama Terpadu (SLPHT) dan Sekolah Lapang Good Agriculture Practice (SL-GHP). Mereka mengajak petani bijak gunakan pupuk kimia atau tak berlebihan pestisida kimia.

Secara teknologi petani bisa menggunakan pestisida alami untuk mengusir hama dan penyakit seperti daun sirsak, tembakau dan toba. Pengendalian hama terpadu, katanya, tak bisa sendirian, harus bersama-sama dalam sebuah kawasan.

Sebanyak 25 petani rutin mengikuti sekolah lapang setiap pekan. Budi berharap, petani mengembangkan metode ini dan bisa menularkan ke petani lain.

“Baru melibatkan 15-20% petani.”

Aksi ini, katanya, harus melibatkan semua pihak, termasuk  pemerintah karena perlu regulasi seperti peraturan daerah dan anggaran untuk memberi subsidi petani, macam pengadaan bibit baru berkualitas dan mengalihkan petani tak pakai pestisida atau gunakan pupuk alami.

Dia bilang, juga perlu keterlibatan swasta untuk menerima hasil panen dengan harga stabil. Kini, harga apel di tingkat petani sekitar Rp10.000-Rp12.000 per kilogram.

Suslam Pratamaningstyas, pakar pertanian Universitas Widyagama Malang mengatakan, suhu permukaan bumi makin meningkat. Kondisi ini berdampak terhadap budidaya apel. Dulu, apel malang produktif di lahan dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pada ketinggian itu produksi apel terus turun. Suhu hangat dan lembab jadi media efektif penyakit dan hama berkembang biak.

“Peningkatan suhu udara menimbulkan beraga hama dan penyakit,” katanya.

Para petani pun, katanya, menggunakan pestisida kimia untuk menangani hama dan penyakit. Pestisida kimia ini juga menyebabkan dampak buruk bagi tanah dalam jangan panjang. Pestisida meresap ke tanah.

“Menghentikan penggunaan pestisida sintetis, sulit. Kompromi mengombinasi pestisida sintetis dan pestisida hayati,” katanya.

Kalau tak menggunakan pestisida sintesis petani khawatir gagal panen dan mereka sebagian besar bertumpu ke apel sebagai andalan pendapatan keluarga.

Bagaimana nasib apel malang ke depan?

Asal, Taksonomi, Jenis, Morfologi, Manfaat & Kandungan

Buah pir mempunyai daging buah yang tampak seperti buah apel, namun dengan tekstur yang agak berbeda dan lebih berair. Beberapa spesies pohon pir menghasilkan buah yang rasanya manis, bahkan terkadang lebih manis dari buah apel. Dalam bahasa Inggris, buah ini disebut dengan istilah pear.

Ada sekitar 3.000 varietas pir yang dibudidayakan di seluruh dunia. Buah pir paling enak dikonsumsi saat masih segar. Namun, pir juga dapat diolah menjadi buah kaleng, jus, serta dikeringkan. Data pada tahun 2017, produksi pir dunia mencapai 24 juta ton, dimana produsen utamanya adalah China.

Asal Buah Pir

Tanaman pir sejak lama telah dibudidayakan di daerah bersuhu dingin, bahkan ditemukan bukti bahwa buah pir sudah dimanfaatkan sebagai makanan sejak masa pra sejarah. Banyak bukti didapatkan dari penemuan masa pra sejarah di danau Zurich.

Selain di Eropa, tanaman pir juga dibudidayakan di China sejak tahun 2.000 SM, serta bangsa Romawi juga membudidayakan buah ini di masa lampau.

Pir dapat dikonsumsi secara langsung dalam bentuk buah segar atau pun dapat dimasak terlebih dahulu, seperti cara orang Romawi kuno mengonsumsi buah apel. Sebuah buku resep dari zaman Romawi juga menjelaskan mengenai resep buah pir yang diolah menjadi sup pedas dan souffle.

pohon buah pir

Jenis tanaman pir yang memiliki bagian berwarna putih di bagian bawah daunnya merupakan jenis Pyrus nivalis. Buahnya banyak digunakan di Prancis untuk bahan makanan.

Jenis pohon pir yang dikenal cepat berbuah dan bentuk buahnya seperti apel yaitu jenis Pyrus cordata. Buah ini banyak ditemukan di Prancis dan Inggris sebelah barat daya.

Diperkirakan tanaman pir berasal dari China bagian barat, tepatnya berasal dari kaki gunung Tian Shan. Kemudian buah pir tersebar ke utara dan selatan di sepanjang pegunungan tersebut.

Selanjutnya, pir pun berkembang menjadi 20 hingga 30 spesies yang saat ini dikenal sebagai spesies utama. Di Eropa, buah pir terbagi menjadi banyak varietas yang berasal dari spesies Pyrus communis dan Pyrus caucasica. Jenis pir banyak dibudidayakan untuk mencukupi pasar Eropa.

Taksonomi Pir

Flora yang berasal dari genus Pyrus ini mempunyai klasifikasi ilmiah sebagai berikut:

Kerajaan Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Rosales
Famili Rosaceae
Subfamili Maloideae
Genus Pyrus

Jenis Pir

Berikut ini adalah beberapa spesies tanaman pir yang dibudaiayakan dan tersebar di seluruh dunia, yaitu:

 

tumbuhan pir

Pyrus amygdaliformis – Almond-leafed Pear
Pyrus austriaca – Pir Austria
Pyrus balansae
Pyrus betulifolia
Pyrus bourgaeana – Pir Iberia
Pyrus bretschneideri – Pir Ya
Pyrus calleryana – Pir Callery
Pyrus caucasica – Pir Cacasia
Pyrus communis – Pir Eropa
Pyrus cordata – Pir Plymouth
Pyrus cossonii – Pir Algeria
Pyrus elaeagrifolia – Oleaster-leafed Pear
Pyrus fauriei
Pyrus kawakamii – Evergreen Pear
Pyrus korshinskyi
Pyrus lindleyi
Pyrus nivalis – Pir Salju
Pyrus pashia – Pir Afghan
Pyrus persica
Pyrus phaeocarpa
Pyrus pyraster – Pir liar
Pyrus pyrifolia – Pir Nashi
Pyrus regelii
Pyrus salicifolia – Willow-leafed Pear
Pyrus salvifolia – Sage-leafed Pear
Pyrus serrulata
Pyrus syriaca
Pyrus ussuriensis – Pir Siberia
Pyrus sinkiangensis – Pir Xinjiang atau Pir Xiang Li

Ciri & Morfologi

Meski terdiri dari banyak spesies, namun secara umum pohon pir memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Ukuran

Tanaman pir termasuk pohon berukuran sedang. Pertumbuhannya dapat mencapai 10 meter hingga 17 meter. Namun beberapa spesies hanya tumbuh sebagai pohon yang pendek dengan pertumbuhan daun yang rimbun.

2. Daun

Daun tanaman pir berbentuk lonjong dan berukuran lebar, akan tetapi pada beberapa jenis mempunyai daun membujur panjang dan langsing. Daunnya tumbuh secara berselang-seling. Panjangnya antara 2 cm hingga 12 cm. Warna daunnya hijau, namun sebagian spesies pir memiliki warna daun agak keperakan dan sedikit berbulu.

Pohon pir akan merontokkan daunnya di musim dingin, kecuali 2 spesies yang tumbuh di Asia Tenggara. Kedua spesies ini merupakan jenis tanaman evergreen, yaitu daunnya selalu hijau sepanjang tahun.

3. Habitat

Pohon pir dikenal kuat terhadap cuaca dingin hingga suhu -25⁰C sekalipun, bahkan beberapa jenis spesies pir tahan hingga suhu -40⁰C. Namun ada pula spesies berdaun hijau yang hanya tahan terhadap suhu -15⁰C.

4. Bunga

Pohon pir akan berbunga dan mekar pada bulan April. Warna bunganya putih dengan aksen warna merah muda atau kuning. Diameter bunga pir sekitar 2 cm sampai 4 cm.

5. Buah Pir

Buah pir liar biasanya berukuran kecil dibanding pir hasil budidaya. Pir liar hanya berukuran sekitar 4 cm. Sementara itu, pohon pir yang dibudidayakan menghasilkan buah berukuran besar, sekitar 18 x 8 cm.

Bentuk buah pir bervariasi, ada yang bulat dan ada juga yang bagian bawahnya lebih besar dengan bagian pangkal buah lebih kecil. Biasanya jenis ini adalah pir yang berasal dari Eropa. Pada umumnya, pir siap dipanen pada awal musim gugur.

Manfaat Buah Pir

Beberapa kultivar buah pir sangat laku di pasaran sehingga menjadi komoditas perkebunan yang diandalkan. Ketiga jenis pir yang paling laris dan populer adalah:

buah pir
  • Pir Nashi yang memiliki nama latin Pyrus pyrifolia. Jenis pir ini umumnya ditanam di kawasan Asia Timur. Di pasaran, buah ini dikenal dengan sebutan Pir Asia, Pir Apel, Pir Korea, Pir Jepang, Pir Taiwan, atau Sand Pear.
  • Pir Eropa bernama latin Pyrus communis merupakan buah pir yang ditanam di benua Eropa dan Amerika Utara.
  • Pir Ya dengan nama latin Pyrus bretschneiden. Buah pir ini juga dikenal dengan nama Pir Shandong atau Pir Hebei.

Selain untuk konsumsi dan pemenuhan gizi, tanaman pir dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, antara lain:

1. Tanaman Hias

Meski sebagian besar pohon pir dibudidayakan untuk diambil buahnya, namun tanaman ini juga dapat digunakan sebagai tanaman hias. Tidak semua spesies bisa dimanfaatkan sebagai tanaman hias, namun jenis yang umum digunakan adalah tanaman Pir Siberia atau Pyrus ussuriensis.

Buah Pir Siberia memiliki rasa yang tidak enak. Oleh karena itu, kultivar ini disilangkan dengan Pir Eropa sehingga menjadi tanaman hias yang tahan terhadap serangan hama.

2. Makanan

Kebanyakan buah pir dapat langsung dimakan sebagai buah segar. Namun ada beberapa orang yang lebih suka mengonsumsinya setelah diolah menjadi jenis makanan maupun minuman.

Contoh olahan pir adalah buah kalengan, sari buah dan buah pir kering. Jus pir juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan selai dan jeli. Ada pula olahan jus pir yang difermentasi dan dinamakan dengan perry.

Tidak hanya pir matang yang bisa dikonsumsi, sebab buah yang belum matang pun konon jika bisa dikonsumsi dan memberi khasiat melancarkan proses pencernaan.

Buah pir yang belum matang mempunyai efek laksatif yang dapat melancarkan buang air besar. Sementara pir yang sudah matang memiliki efek diuretik, yaitu bermanfaat bagi urinasi.

3. Kayu

Tidak hanya sebatas buahnya yang bermanfaat, kayu pohon pir pun bisa diolah menjad produk mebel, ukiran, bahkan alat musik tiup yang berkualitas.

Kandungan & Manfaat Buah Pir Bagi Kesehatan

Selain manfaat di atas, buah pir ternyata juga memiliki beberapa manfaat yang baik bagi tubuh. Buah ini mengandung berbagai nutrisi, diantaranya adalah vitamin C, B, K, tembaga, magnesium, dan kalium.

tanaman pir

Vitamin C dalam 1 buah pir mampu memenuhi 12% kebutuhan harian tubuh akan vitamin C. Vitamin C telah diketahui secara luas mampu melindungi DNA agar tetap sehat, memperbaiki jaringan yang rusak dan menjaga metabolisme.

Berikut adalah beberapa manfaat buah pir bagi kesehatan, yaitu:

1. Menjaga Sistem Pencernaan

Buah pir kaya akan serat yang sangat baik bagi sistem pencernaan. Kandungan air yang melimpah di dalam buahnya juga akan menjaga pencernaan dari racun.

Kotoran di dalam usus akan lebih mudah dikeluarkan dalam bentuk feses. Sehingga mengonsumsi buah pir sangat baik untuk mengeluarkan racun di dalam tubuh.

Kadar serat yang tinggi dan gula alami pada pir mampu menghancurkan racun di sistem pencernaan. Sehingga sistem pencernaan pun bekerja dengan lebih baik.

2. Mengandung Antioksidan

Buah pir mengandung antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari radikal bebas. Antioksidan juga dapat mencegah tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh.

Mengonsumsi buah pir setiap hari terbukti dapat mencegah kanker, menjaga keseimbangan pH tubuh dan menurunkan tingkat peradangan.

3. Menurunkan Berat Badan

Pir mempunyai kandungan serat tinggi yang mampu melancarkan sistem pencernaan, sehingga kita terhindar dari sembelit. Selain itu, pir juga termasuk buah rendah kalori. Mengonsumsi buah pir akan memberikan rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga sangat sesuai jika dikonsumsi saat sedang diet.

4. Nutrisi Otak

Dengan mengonsumsi 1 buah pir berukuran sedang, maka otak akan mendapatkan asupan mineral minor harian sebesar 15%. Kandungan mineral minor yang tercukupi akan berpengaruh baik untuk memperbaiki kekuatan sistem saraf dan kinerja otak.

5. Memperkuat Kekebalan Tubuh

Buah pir kaya akan vitamin C dan K. Kedua vitamin ini sangat baik untuk tubuh agar dapat menyerap zat besi guna memproduksi sel darah merah baru, serta memperkuat daya tahan tubuh.

Apakah Vitamin C Dapat Mengobati Jerawat?

Jerawat vulgaris atau yang lebih dikenal dengan jerawat adalah kondisi kulit yang dapat menyebabkan jerawat dan kulit berminyak. Di Amerika Utara, hampir 50% remaja dan 15 – 30% orang dewasa mengalami gejala ini. Banyak orang menggunakan krim topikal, obat-obatan, makanan, dan suplemen untuk membantu menghilangkan jerawat. Bahkan, vitamin C sering ditambahkan ke banyak produk perawatan kulit dengan tujuan untuk mengatasi dan mengobati jerawat. Namun anda mungkin bertanya-tanya, apakah vitamin C benar-benar efektif untuk mengobati jerawat? Artikel ini akan menjelaskan apakah vitamin C dapat mengobati jerawat.

Vitamin C dan Skin care

Vitamin C secara ilmiah dikenal dengan asam askorbat, vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air dan sangat penting untuk berbagai aspek kesehatan termasuk untuk kesehatan kulit. Tubuh tidak memproduksi vitamin C sehingga jika ingin mendapatkannya bisa melalui diet. Vitamin C juga merupakan antioksidan kuat yang membantu menetralkan radikal bebas, yang merupakan senyawa tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dari waktu ke waktu. Radikal bebas yang ada di kulit anda bisa disebabkan karena paparan dari lingkungan internal maupun eksternal. Faktor lain dari munculnya radikal bebas adalah diet, stress, merokok, sinar ultraviolet (UV), dan polusi yang semua hal tersebut akan memengaruhi kesehatan kulit.

Epidermis atau lapisan kulit terluar anda harus memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Kandungan nutrisi ini akan berperan penting dalam melindungi, menyembuhkan, dan memproduksi kulit baru. Karena jerawat adalah kondisi yang sangat meradang dan dapat diperburuk oleh faktor lingungan, vitamin C dapat berperan dalam mengobatinya.

Bagaimana Pengaruh Vitamin C Pada Jerawat?

Jerawat adalah kondisi kulit peradangan kulit yang disebabkan oleh tersumbatnya pori-pori. Jerawat akan menyebabkan kemerahan, pembengkakan, dan kadang menyebabkan pustula yang merupakan benjolan yang mengandung nanah. Jerawat juga membuat banyak orang akan mengalami bekas luka pasca inflamasi dan kerusakan kulit. Namun penelitian menunjukkan bahwa vitamin C dapat mengobati beberapa kondisi ini.

Perlu diingat bahwa meskipun asupan makanan kaya vitamin C yang tinggi dapat membantu  kesehatan kulit, tidak ada penelitian yang mengaitkan diet vitamin C dengan penurunan tingkat jerawat. Meskipun begitu, penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi topikal (yang dilakukan dengan cara oles) vitamin C dapat membantu.

Dapat Mengurangi Peradangan Akibat Jerawat

Usia, genetika, dan hormon adalah faktor utama resiko seseorang dapat berjerawat. Selain itu keadaan tertentu seperti bakteri kulit atau Cutibacterium Acnes dapat memicu jerawat. Dikarenakan vitamin C bersifat anti inflamasi, vitamin C dapat membantu mengurangi kemerahan dan pembengkakan yang diakibatkan oleh jerawat saat digunakan secara topikal. Dalam studi 12 minggu pada 50 orang, 61% peserta yang enggunakan lotion dengan kandungan 5% natrium ascorbyl fosfat (SAP) ternyata mengalami peningkatan yang signifikan dalam pengobatan jerawat dibandingkan dengan kelompok lainnya. Dalam studi 8 minggu pada 30 oang, mereka yang menggunakan 5% SAP mengalami pengurangan 48,8% pada jerawat. Terlebih lagi mereka yang menggunakan kombinasi SAP dan retinol 2% mengalami penurunan 63,1%. Meskipun hasil penelitian ini menjanjikan, namun masih memerlukan studi berkualitas tinggi untuk membuktikannya.

Dapat Mengurangi Bekas Jerawat 

Setelah munculnya jerawat, kulit anda pasti masih membutuhkan waktu untuk sembuh. Bekas jerawat akan berkembang tanpa penyembuhan yang tepat. Bekas jerawat biasanya akan muncul karena jerawat yang parah, tapi bisa juga diakibatkan oleh kasus-kasus ringan. Selain itu, jerawat berkepanjangan, genetika, dan mmanipulasi fisik seperti memencet atau menekan jerawat dapat meningkatkan kemungkinan adanya bekas jerawat. Tiga jenis utama dari bekas jerawat adalahatrofi, hipertrofi, dan keloidal.

Bekas luka atrofik menyebabkan hilangnya jaringan kulit dan kolagen dan muncul sebagai lekukan kecil di kulit. Baik bekas luka hipertrofik dan keloidal akibat kelebihan kolagen akan tampak sebagai bekas luka yang tebal dan menonjil. Vitamin C merawat bekas jerawat dengan cara meningktakan sintesis kolagen, protein yang bertanggung jawab untuk struktur kulit yang akan membangun kulit kembali sehat. Dengan cara tersebut, vitamin ini dapat mempercepat penyembuhan bekas luka jerawat.

Sebuah studi yang dilakukan selama 4 minggu pada 30 orang mencatat peningkatan penyembuhan pada bekas jerawat setelah menggunakan microneedling bersama dengan krim topikal 15% vitamin C dalam satu kali seminggu. Namun tidak diketahui apakah microneedling, vitamin C, atau kombinasi keduanya yang berperan baik dalam hasil studi ini. Selain itu, vitamin C dan microneedling tidak cocok untuk bekas luka hipertrofik dan keloid karena jenis ini dihasilkan dari adanya kolagen yang berlebih. Meskipun tidak ada penelitian yang mengaitkan vitamin C yang diminum atau dimakanan akan menyebabkan jerawat berkurang, namun vitamin C yang diminum atau dimakan ini akan meningkatkan produksi kolagen alami dalam tubuh dan bermanfaat bagi kesehatan kulit secara keseluruhan.

Asus Vivobook Ultra 14 (K413)

ASUS menghadirkan VivoBook Ultra 14 (K413), laptop dengan layar 14-inci yang didesain khusus untuk pengguna yang termasuk ke dalam Gen Z. Didukung dengan chip grafis terkini NVIDIA GeForce MX350.

Hadir dengan tiga pilihan warna serta ditenagai oleh harware terkini, VivoBook Ultra K413 mampu menghadirkan performa kencang dalam balutan bodi yang ringkas sehingga dapat menunjang kegiatan para Gen Z yang sangat kreatif.

laptop asus terbaru buat gen z

ASUS VivoBook Ultra 14 (K413)

“Gen Z memiliki jiwa yang sangat kreatif. Yang mereka butuhkan lebih dari sebuah laptop, yaitu sebuah perangkat komputasi berperforma tinggi, ringkas, serta ringan sehingga mudah untuk dibawa bepergian,” ujar Jimmy Lin, ASUS Regional Director Southeast Asia.

“ASUS VivoBook Ultra 14 (K413) dirancang sebagai laptop modern yang telah ditenagai oleh prosesor serta chip grafis terkini, membuat Gen Z dapat mencurahkan semua ide kreatifnya tanpa hambatan.”

Lebih jauh, keunggulan ASUS VivoBook Ultra 14 (K413) merupakan laptop terkini berbagai keunggulan salah satunya adalah performanya yang kencang berkat penggunaan hardware berteknologi terkini.

Hal menarik yang disuguhkan ASUS, seri VivoBook Ultra 14 (K413) telah ditenagai oleh prosesor 10th Gen Intel Core dengan dukungan chip grafis hingga NVIDIA GeForce MX350.

Alhasil, kombinasi hardware modern tersebut memungkinkan VivoBook Ultra 14 (K413) dijadikan sebagai perangkat untuk berkreasi oleh para Gen Z di era digital saat ini.

Jika dilihat dari desainnya, tampilan laptop mengacu pada seri VivoBook S membuat VivoBook Ultra 14 (K413) juga dengan tampilan yang simpel namun tetap stylish.

Dan perangkat ini cocok buat para Gen Z yang menginginkan laptop dengan tampilan berbeda dari laptop lainnya juga dapat memilih tiga warna yang ditawarkan di VivoBook Ultra 14 (K413).

Performa Kencang, Spesifikasi Modern

Untuk memenuhi kebutuhan para Gen Z yang sangat kreatif, laptop ASUS terbaru menyematkan komponen dan hardware berteknologi terkini ke dalam VivoBook Ultra 14 (K413).

Mulai dari prosesornya, VivoBook Ultra 14 (K413) telah ditenagai oleh 10th Gen Intel Core dengan varian tertingginya yaitu Intel Core i7-10510U yang memiliki konfigurasi 4 core dan 8 thread.

Prosesor yang memiliki kecepatan pemrosesan hingga 4,9GHz tersebut dipastikan dapat memenuhi kebutuhan komputasi sehari-hari para Gen Z, mulai dari belajar hingga berkreasi.

Selain prosesor 10th Gen Intel Core, VivoBook Ultra 14 (K413) juga dilengkapi dengan chip grafis hingga NVIDIA GeForce MX350.

Chip grafis yang dilengkapi dengan dedicated video memory (VRAM) sebesar 2GB tersebut membuat VivoBook Ultra 14 (K413) lebih powerful dalam hal pemrosesan grafis. Laptop ini bahkan masih bisa digunakan untuk bermain game kasual.

Tak hanya itu, VivoBook Ultra 14 (K413) telah menggunakan PCIe SSD berkapasitas 512GB sebagai perangkat penyimpanannya. PCIe SSD merupakan media penyimpanan dengan performa yang jauh lebih kencang daripada HDD.

Kemudian laptop ini dikombinasikan dengan RAM DDR4 berkapsitas 8GB, VivoBook Ultra 14 (K413) mampu berjalan lebih gesit bahkan saat digunakan untuk multitasking.

Sebagai laptop modern, VivoBook Ultra 14 (K413) juga hadir dengan konektivitas lengkap. Selain port standar seperti USB Type-A, laptop ini juga dilengkapi dengan port HDMI dan 3.5mm combo audio jack.

VivoBook Ultra 14 (K413) bahkan telah hadir dengan USB Type-C, sehingga berbagai perangkat modern dapat dikoneksikan dengan laptop ini.

Untuk konektivitas nirkabel, VivoBook Ultra 14 (K413) sudah dilengkapi dengan modul WiFi 6 (802.11ax) yang lebih kencang. Modul WiFi 6 di laptop ini telah mendukung fitur dual-band yang artinya mendukung koneksi dengan frekuensi 2,4GHz dan 5GHz.

Sementara keberadaan Bluetooth 5.0 juga memungkinkan berbagai aksesoris nirkabel seperti mouse dan headphone untuk terhubung ke VivoBook Ultra 14 (K413).

asus vivobook 14

Cocok untuk Gen Z

Hadir sebagai laptop untuk para Gen Z, VivoBook Ultra 14 (K413) memiliki tiga varian warna. Transparent Silver sangat cocok untuk mereka yang suka dengan desain elegan.

Indie Black merupakan varian warna yang mencerminkan jiwa tangguh. Sedangkan mereka yang lebih suka dengan nuansa lembut dapat memilih varian warna Hearty Gold.

VivoBook Ultra 14 (K413) juga merupakan laptop yang menggunakan desain modern. Bagian belakangnya minim dekorasi dan logo sehingga para Gen Z bisa mendekorasi laptopnya sesuka hati.

Dan satu catatan lagi, ASUS bahkan memberikan set stiker eksklusif di setiap paket penjualan VivoBook Ultra 14 (K413). Ya, laptop ASUS ini cocok untuk Gen Z yang sangat aktif dalam kesehariannya.

Secara tampilan punta dimensi yang ringkas serta memiliki bobot yang ringan. Ketebalan bodinya hanya 17,9 mm dan bobotnya 1,4 Kg membuat VivoBook Ultra 14 (K413) mudah untuk dibawa bepergian.

Tidak hanya itu, bagian belakang layarnya terbuat dari bahan metal yang lebih kokoh sehingga laptop ini cocok untuk Gen Z yang gemar melakukan travelling.

VivoBook Ultra 14 (K413) mengusung layar 14 inci dengan resolusi Full HD (1920 x 1080 pixel). Salah satu yang membuat laptop ini istimewa adalah kehadiran teknologi NanoEdge Display.

Teknologi ini memungkinkan bezel layar pada laptop ini tampil sangat tipis dan membuat VivoBook Ultra 14 (K413) memiliki screen-to-body ratio hingga 84%.

Gen Z yang menggunakan VivoBook Ultra 14 (K413) juga akan disuguhkan dengan sajian kualitas audio terbaik di kelasnya melalui speaker yang tersertifikasi oleh Harman / Kardon.

Harga ASUS VivoBook Ultra 14 (K413)

VivoBook Ultra 14 (K413) telah dilengkapi dengan fitur fingerprint yang terintegrasi dengan Windows Hello, fitur keamanan biometrik dari Microsoft di Windows 10.

ASUS VivoBook Ultra 14 (K413) telah tersedia dan dapat dibeli melalui jaringan retail offline. Untuk jaringan retail online, ASUS VivoBook Ultra 14 (K413) tersedia mulai tanggal 29 September 2020.

Berikut harga ASUS VivoBook Ultra 14 (K413):

  • Rp8.599.000 (Intel Core i3 variant)
  • Rp10.799.000 (Intel Core i5 variant)
  • Rp12.799.000 (Intel Core i7 variant)

Spesifikasi:

Main Spec. VivoBook Ultra 14 (K413)
CPU Intel® Core™ i7-10510U Processor 1.8 GHz (8M Cache, up to 4.9 GHz)Intel® Core™ i5-10210U Processor 1.6 GHz (6M Cache, up to 4.2 GHz)Intel® Core™ i3-10110U Processor 2.1 GHz (4M Cache, up to 4.1 GHz)
Operating System Windows 10
Memory 8GB DDR4 RAM
Storage 512GB M.2 PCIe 3.0 SSD
Display 14.0″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) Anti-Glare
Graphics NVIDIA GeForce MX350Intel UHD Graphics
Input/Output 1x HDMI 1.4, 1x 3.5mm Combo Audio Jack, 2x USB 2.0 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-C, Micro SD card reader
Camera HD Web Camera
Connectivity Wi-Fi 6 (Gig+) (802.11ax), Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2
Audio Built-in speaker certified by harman/ kardon, built in microphone
Battery 42WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion
Dimension 32,40 x 21,50 x 1,79 ~ 1,79 cm
Weight 1,4 Kg
Colors Transparent Silver, Indie Black, Hearty Gold